- BIOGRAFI
SULAIMAN JUNED
Sulaiman Juned, dilahirkan di gampong (desa) kecil Usi Dayah, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie-Aceh, 12 Mei 1965. Pernah terkenal dengan nama pena; Soel’s J. Said Oesy. Beliau Ia menyelesaikan pendidikan formal; SD Negeri Biespenantanan Takengon-Aceh Tengah (1979), Mulai menulis sejak tahun 80-an, ketika masih duduk di bangku SLTP, Soel kecil berkenalan dengan guru bidang Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP Negeri 3 Takengon. Kareana ketertarikan beliau dalam menulis puisi, dilihat mempunyai bakat oleh guru bahasa indonesiannya beliau disarankan memasuki karya tulisannya ke dalam media yaitu koran yang di bantĂș oleh gurunnya yang bernama siti aisyah.Selanjutnya mungkin darah seni mengalir dari abua (abang dari ibu) bernama Abdullah yang lebih dikenal dengan panggilan Syeh Lah Jarum Meueh seorang pimpinan seudati yang paling terkenal di Aceh. Lalu ketika diboyong oleh orangtua merantau ke Takengon-Aceh Tengah, mulai suka menonton Didong (teater tutur dari Aceh Tengah), dan Sandiwara Keliling Gelanggang Labu. Soel bahkan pernah terlibat berlatih didong dengan seniman besar didong dari tanah Gayo To’et. Juga pernah bermain Sandiwara Keliling gelanggang labu dengan Cut Maruhoi, Idawati. Pengalaman empirik ini menumbuhkan jiwa seni di jiwanya. Di Sanggar Cempala Karya Banda Aceh yang didirikannya pada tahun 1989, seluruh adik-adiknya (anggota) Sanggar memanggilnya dengan sebutan ‘Pawang’.Beliau melanjutkan jenjang pendidikannya dari SMA di ), SMA Negeri Beureunuen-Pide Aceh (1985), FKIP/Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh (1990), Jurusan Teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padangpanjang (2002) diselesaikannya dengan prediket Cumlaude, lalu Program Magister Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta-Jawa Tengah (2007) juga lulus dengan prediket Cumlaude. Ketika masih berada di Aceh ia mengajar teater di SMA Adi Darma Banda Aceh, SMA YPTP Banda Aceh, SMA Negeri 5 Banda Aceh. Kini ia menjadi dosen tetap di Jurusan Teater STSI Padangpanjang-Sumatera Barat. Dosen Ahli di FKIP/Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (1999-Sekarang), Guru teater di SMA Negeri 1 Sawahlunto Sumatera Barat (2000-Sekarang), Guru teater di SMA Negeri 1 Padangpanjang (20007-Sekarang), Guru bidang studi Pendidikan Kesenian serta Bahasa dan Sastra Indonesia (1998-2005).Beliau Memperistri Iswanti Soepardi yang dinikahinya pada tanggal 7 Agustus 1995, di Keutapang Dua-Banda Aceh, menimang seorang anak laki-laki yang lahir di Beureunuen Pidie-NAD pada tanggal 17 Maret 2002 bernama surya darma isman. Anak beliau pun kini mengikuti jejaknnya seorang penyair kecil dari acaeh. Kini menetap bersama di RT.XI Kelurahan Guguk Malintang, Kecamatan Padangpanjang Timur, Padangpanjang, Sumatera Barat. Rumahnya sekaligus tempat “anak-anak Kuflet” berkumpul, berproses kreatif-berpikir-diskusi dan membaca serta ‘berkelahi’ pikiran.Beliau semenjak dari Aceh sanpai ke Padangpanjang mulai menyutradarai naskah lakon; Desah Nafas Mahasiswa/Sulaiman Juned (CeKa-Taman Budaya Aceh, 1989), Pulang/Sulaiman Juned (CeKa-Taman Budaya Aceh, 1989), Warisan/Sulaiman Juned (CeKa-Taman Budaya Aceh, 1990), ABU/B.Sularto (CeKa-Taman Budaya Aceh, 1990), Orang-Orang Marjinal/Sulaiman Juned (CeKa-Auditorium RRI Banda Aceh,1991), Pernikahan/Sulaiman Juned (CeKa-Auditorium MUI Aceh, 1991), Boss/YS.Rat (CeKa-Taman Budaya Aceh, 1992), Eksprimentasi Belenggu/Nurgani Asyik (CeKa, Taman Budaya, 1993), Nyanyian Angsa/Anton P.Chekov (CeKa, 1994), Si Pihir dan Berudihe/NN (CeKa-Taman Budaya Aceh, 1995), Hari Sudah Senja/Jarwansyah (CeKa-Taman Budaya Aceh, 1996), Kemelut/Sulaiman Juned (CeKa, Riau, 1997), Kemerdekaan/Wisran Hadi (Kuflet, Hoerijah Adam ASKI PadangPanjang, 1997/ INS Kayutanam, Pertemuan Sastrawan Nusantara, 1997) Ikrar Para Penganggur/Sulaiman Juned (Kuflet, 1998), Ambisi/Wolfman Kowict (Kuflet, Boestanoel Arifin Adam STSI Padangpanjang, 1999), Raimah/Arzul Jamaan (Kuflet, Boestanoel Arifin Adam STSI Padangpanjang, 1999), Selingkuh/Benny Yohanes (Kuflet, Boestanoel Arifin Adam STSI Padangpanjang dan Taman Budaya Sumatera Barat, 2000), Seteru/Sir Kenneth W.Goodman (Kuflet, Taman Budaya Sumatera Barat, 2000), Piramus dan Tisbi/William Shakeaspeare (Kuflet, Hoerijah Adam STSI Padangpanjang, 2001), Jambo “Luka Tak Teraba”/Sulaiman Juned (Kuflet, Gedung Teater Mursal Esten STSI Padangpanjang, 2001 dan Taman Budaya Sumatera Barat, 2002), Orang-Orang Rantai/Sulaiman Juned (Kuflet, Gedung TBO, Sawahlunto Sumatera Barat, 2002), Polan/Sulaiman Juned (Kuflet, Gedung TBO Sawahlunto, 2003), Jambo Ayam Jantan/Sulaiman Juned (Kuflet, Hoerijah Adam STSI Padangpanjang, 2004), Marsinah/Ratna Sarumpaet (Kuflet, Taman Budaya Sumatera Barat, 2004), Asalku Dari Hulu/Sulaiman Juned (Kuflet, Lapangan Sawahlunto, 2004), Berkabung/Sulaiman Juned (Kuflet, Gedung TBO Sawahlunto, 2004 dan Taman Budaya Sumatera Barat, 2005), Sebut Saja namaku Polan/Sulaiman Juned (Kuflet, Gedung TBO Sawahlunto, 2005), Teaterikal Puisi ‘Riwayat’/Sulaiman Juned (Kuflet, Taman Budaya Surakarta Jawa Tengah, 2006), Hikayat Pak Leman/Sulaiman Juned (Kuflet, Gedung TBO Sawahlunto, 2006, dan Gedung Teater Mursal Esten Padangpanjang, 2007), Hikayat Cantoi/Sulaiman Juned (Kuflet, Gedung Teater Mursal Esten STSI Padangpanjang, 2007 dan Taman Budaya Sumatera Barat, 2008).Karena talenta beliau yang besar mengenai teater Prof. Dr. Mursal Esten yang melihat potensi kesenimanan dalam diri Sulaiman Juned, kemudian membawa perubahan besar pada Sulaiman Juned. Semula Sulaiman Juned hanya berkreatifitas mengikuti naluri keseniman di Banda Aceh, akhirnya melangkah ke Padangpanjang untuk menggeluti teater secara keilmuan yang mendalam dan sistematis di STSI Padangpanjang. Perjalanan menuju gelar sarjana seni pun ditempuh dengan segala tantangannya di kota dingin Padangpanjang. Walaupun berhari-hari kelaparan bersama teman-teman seperjuangan, langkah menunju cita-cita dilalui seiring berjalannya waktu. Pertarungan demi pertarungan hidup dilalui dengan ketegaran hingga akhirnya ijazah sarjana didapat.Padangpanjang menjadi lahan subur bagi Sulaiman Juned dalam mengembangkan bakat kesenimanan. Bersama teman-teman seperjuangan Sulaiman Juned mendirikan kelompok teater pada tanggal 12 Mei 1997. Kelompok teater ini, menjadi media ekspresi penting dalam proses kreatif Sulaiman Juned. Sulaiman dalam wadah ini ‘menelorkan’ karya-karya penting dalam proses kreatifnya. Drama-drama berkualitas dilahirkan tak jauh dari persoalan kampung halaman nan kini jauh dimata. Karya drama pertamanya adalah “Jambo” Luka Tak Teraba, yang dipentaskan pada tanggal 20 Maret 2002, lakon ini berkisah tentang dua orang yang terjebak dalam situasi konflik dengan kebimbangan meradang dalam hati masing-masing. Brahim adalah warga sipil yang dikurung oleh militer pada masa konflik, namun ia sendiri tidak dapat memastikan apakah yang mengurungnya benar-benar militer karena ia melihat wajah-wajah orang tersebut semuanya hitam. Iparnya Polem mencoba menyabarkan Brahim yang mengalami gangguan jiwa setelah kejadian penyekapan itu. Penggambaran lakon Brahim mengidap penyakit yang dalam psikologi biasa di sebut paranoid. Konflik psikologisnya dengan Polem tergambar ketika tokoh Brahim ingin lari dari kenyataan, ia dihantui oleh perasaannya, di sisi lain ada keinginan bergabung dengan kaum Ateuh yang berada di hutan karena ia merasa kampung tak aman lagi baginya. Brahim dan Polem akhirnya terlibat perkelahian, namun saat mereka bergelut justru Brahim terkena tembakan yang tak jelas asalnya.Drama “Jambo” Luka tak Teraba akhirnya melahirkan tiga drama Jambo yang lain, yaitu; Ayam Jantan, Bunga Api Bunga Hujan dan Beranak Duri dalam Daging. Pertarungan Sulaiman Juned dengan perasaannya dalam mengingat kampung halaman tak pernah reda. Pertikaian tersebut bermuara pada pemelesetan ketegangan dalam drama “Cantoi” yang dipentaskan sebagai karya tugas akhir memperoleh gelar Magister di Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah.“Kuflet” adalah komunitas yang berjasa menampung berbagai kegelisahan estetik Sulaiman dalam dekade 1997-2008. komunitas ini memberikan peluang Sulaiman berkarya tentang Aceh, walaupun ia berada di Padangpanjang. Sementara anggota “kuflet” sebagian besar bukan orang Aceh, komunitas ini menganut faham exotisme dimana batas-batas primordialisme dibuang oleh anggotanya. Inilah yang membuat “kuflet” bereksplorasi tentang tragedi Aceh, orang-orang dalam komunitas ini selalu bersedia menampung ide-ide kreatif dan melepaskan baju etnis kedaerahan mereka. Seni merupakan media estetik bukan media untuk menyombongkan diri, apalagi dikungkung jiwa kampungan yang sempit ditengah tuntutan pemikiran global. Di “Kuflet” Sulaiman menemukan ‘sesuatu’ yang dulu didapatkannya di “Cempala Karya”. Rasa rindu kepada kampung halaman serta kegelisahan mengingat teman-teman di “Cempala Karya’ Dilipurnya di “Kuflet” seperti seorang yang kehilangan rumah. “Kuflet” dijadikan keluarga baru, menerima Sulaiman dengan segala kegelisahan kesenimanannya, cinta Sulaiman Juned pada “kuflet” berbanding sama dengan ‘rumah lamanya’ “Cempala Karya”Proses “Kuflet” sebagian besar tentang konflik Aceh, membuat komunitas ini terlihat ‘beda’ di Padangpanjang. Bila komunitas lain membicarakan isu lokal tentang kebudayaan Minangkabau, atau perkara politik Indonesia yang carut marut. “Kuflet” setia menyuarakan kondisi Aceh dari Padangpanjang. Itu dikarenakan Sulaiman adalah seniman dalam komunitas ini, tak pernah berhenti ‘menelurkan’ karya-karya yang dipresentasikan bersama oleh anggota komunitas dalam bentuk pertunjukan. Drama-drama karya Sulaiman Juned dipentaskan secara berkala, didukung oleh posisi Sulaiman yang membaik sejak tahun 1997, setelah tamat S-1 di STSI Padangpanjang. Ia diangkat sebagai tenaga pengajar, sehingga proses kreatif yang dulu terhambat biaya dan rasa lapar kini mulai dapat diatasi. Karya-karya tersebut mendapat tempat presentasi dalam gedung-gedung pertunjukan di STSI Padangpanjang, Taman Budaya Sumatera Barat dan Gedung TBO Sawahlunto.Teman-teman di “Kuflet” mempresentasikan karya itu sebagai kesetiaan pada kesenian dan kerelaan melepaskan ego kedaerahan. Mereka lebur dalam konsep berfikir dan frame artistik yang dibangun Sulaiman. Setiap pementasan meskipun bukan berasal dari Aceh, mereka tetap cerdas memainkan lakon sebagai orang Aceh. Perlu dicatat diantara mereka adalah, Ika Trisnawati, saat ini ‘keluar’ rumah menjadi guru di Painan, Sumatera Barat. Leni Efendi, sekarang mengajar di STSI Padangpanjang, Maizul menekuni diri sebagai pengusaha di Dumai. Mereka ini bukan orang-orang Aceh, tetapi dalam konsep berfikir tetap beranggapan kesenian menembus batas kedaerahan sehingga rela ikut lebur dalam berbagai diskusi komunitas mengenai kondisi Aceh. Bahkan menyumbangkan fikiran dan materi untuk kelancaran proses kreatif Sulaiman.Di tengah maraknya seniman Sumatera Barat atau rekan-rekan dari luar Sumatera Barat mementaskan karya bertemakan Sumatera Barat, atau karya-karya penulis drama asing yang diterjemahkan. Sebagian seniman lain asyik mementaskan karya drama pemenang sayembara Taman Ismail Marzuki (TIM), “Kuflet” konsisten mementaskan karya Sulaiman. Anehnya ini disebut ‘aneh’, padahal tidak ada yang ‘aneh’. Kreatifitas ini proses akomodasi biasa dari sebuah komunitas terhadap kegelisahan estetik angotanya. Barangkali terlihat ‘aneh’ karena disini (Sumatera Barat) kalau seseorang tidak ikut-ikutan “jadi Minangkabau” akan dikatakan ‘aneh’.Orang-orang “Kuflet” agaknya tidak peduli dengan sebutan ‘aneh’ atau sebagian lagi mengatakan mereka bodoh atau ‘diperalat’ Sulaiman untuk menyuarakan Aceh. Mereka berfikiran komunitas bukan sebagai tempat memunculkan ego kampungan kekanak-kanakan, melainkan tempat berproses kreatif dalam membuka wacana ilmu kesenimanan. Pertunjukan demi pertunjukan dipentaskan, suasana semakin ‘panas’, sebagian dari orang-orang yang kontra terhadap ideologi “Kuflet” mulai ‘berkicau’. Menghembuskan ungkapan bertujuan ‘melemahkan’ perjuangan orang-orang “Kuflet”, “kuflet” dikatakan ‘milik” Sulaiman Juned dan tidak mau memberi peluang kreatifitas bagi anggota lain. Sejauh mereka tidak mengganggu orang-orang ‘aneh’ di “kuflet” penghuni rumah Sulaiman (kuflet) tidak menghiraukan ‘kicauan’ burung dalam sangkar itu. Peristiwa duka terjadi juga akhirnya, hasutan dari OTKP (orang tak kenal prinsip kuflet) merasuki beberapa anggota sehingga pertunjukan seharusnya siap dipentaskan terkendala oleh penghianatan dua aktor penting yang melarikan diri seminggu sebelum pentas. Sebagai ‘orang aneh’ anggota “kuflet” yang lain tidak gamang menghadapi kendala itu. Walaupun aktor penting pergi, pementasan tetap dilanjutkan walau aktor baru hanya punya waktu seminggu untuk latihan. Para OTKP kecewa, misi memberangus proses kreatif “Kuflet” yang dirancang matang gagal total.Karya terbesar Sulaiman dalam “Kuflet” adalah ide pendirian “kuflet” itu sendiri, bersama Maizul (seorang sastrawan Sumatera Barat), Arnaldoriko (seorang putra Jambi, (Alm) Prof Dr. Mursal Esten (Sastrawan Nasional dari Sumatera Barat) dan Rustam Efendi (Perupa asal Bengkulu), IDN. Supenida, S.Skar (Komposer asal Bali, Dosen Karawitan STSI Padangjang), Drs. Jufri, M.Sn (Komposer asal Minangkabau, Dosen Karawitan STSI Padangpanjang), Netty Herawati (Sastrawan kini menetap di Makasar). Sulaiman Juned mendeklarasikan pendirian “Kuflet” pada tanggal 12 Mei 1997 (tanggal dan bulan ini bertepatan dengan kelahiran Sulaiman Juned). Kemudian dimulailah proses kreatif, Pertama kali dipentaskan “Ambisi” karya Wolfman Kovitch, oleh Sulaiman menjadi kental dengan nuansa konflik Aceh (1999), “Seteru” karya Sir Kenneth W. Godman, hasilnya tetap mengarah pada kondisi konflik tanah rencong. Karya berikutnya lakon hasil observasinya di tanah kelahirannya, berjudul “Jambo” Luka Tak Teraba, yang benar-benar ‘menelanjangi’ keadaan konflik Aceh pada dekade DOM (2002), kemudian “Jambo” Ayam Jantan, berbicara tentang adu kepintaran dua pemuda Aceh yang berseberangan visi terhadap kondisi Aceh (2004), karya yang lahir tahun 2007 adalah “Hikayat Cantoi” karya/ sutradara Sulaiman Juned “menertawakan” konflik Aceh sebagai kebodohan yang menimbulkan korban dalam jumlah besar.Karya-karya tersebut memang kental dengan kerisauan yang tersublim ke dalam bentuk pertunjukan teater. Perjuangan tak henti memikirkan kampung halaman. Berfikir dan menatap dari kejauhan merupakan derita tersendiri, namun ‘rumah’ bernama “Kuflet” setia menyalurkan kegelisahan itu jadi karya-karya dan hadir sebagai refleksi kegamangannya (untuk topik ini, baca tulisan Wiko Antoni berjudul “Hikayat Cantoi Sulaiman Juned: Eksternalisasi Agrophobia, dalam Jurnal Komindok STSI Padangpanjang No.3 tahun 2008).“Percintaan” Sulaiman dengan “Kuflet” merupakan hubungan antara rumah dan penghuninya, saling memahami dan memiliki visi yang sama tentang aturan yang berlaku didalam rumah itu. Dilandasi persaudaraan dan saling melindungi serta bertolong-tolongan untuk kebaikan. Sulaiman Juned lelaki kilometer nol Indonesia itu, tegar menghadapi “peperangan” visi kesenimanan di negeri orang. Luar biasa.Teman-teman “Kuflet” yang setia sependapat dengan hal ini sehingga bila mereka bertandang ke “kuflet” mereka tetap dianggap keluarga yang pulang dari rantau. Tidak ada dendam di “Kuflet” yang ada saling memahami perbedaan sebagai Sunatullah bila mereka memang tidak sependapat dengan apa yang dianut “Kuflet” maka mereka boleh menentukan jalan sendiri.Pembenahan terbesar di “kuflet” adalah pemahaman bahwasannya teater bukan sekedar rutinitas untuk menyempurnakan ego sebagai seorang seniman, melainkan wadah mendekatkan diri dengan apa yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Jadi jelas sekali “Kuflet” tempat membenturkan idealisme dengan kenyataan sosial. Selagi perbenturan itu tidak menyalahi hukum Allah, semua anggota komunitas akan mendukungnya. Kewajiban semua orang mengungkap haq dalam selubung kebatilan yang kerap berwajah kebenaran, “Kuflet” walaupun mungkin tak mampu menjadi fasilitator kebenaran tetapi akan berusaha menunaikan kewajiban komunitas teater dalam menyuarakan suara hati yang tak terkontaminasi keinginan untuk mengajak kepada keburukan..
Tuesday, December 3, 2013
BIOGRAFI
Saturday, November 30, 2013
tulisan artikel
TEATER DAN KEBERPIHAKAN PADA
MASYARAKAT
Abstrak:
Teater bercermin dari kehidupan ,naskah
yang dimainkan diatas panggung realita dari kehidupan pada manusia. Teater
adalah fenomena sosial, karena teater mempresentasikan suatu sosial yang
melibatkan aktor didalamnya serta unsur-unsur teater lainnya. Teater juga
berperan penting dalam keberpihakannya pada masyarakat. Dengan naskah teater
yang di ambil dari cerita masyarakat seperti demokrasi, mengkritik
pemerintahan, adat dan agama. Teater sangat berpihak pada masyarakatnnya.
Menyampaikan aspirasi melalui sebuah pertunjukan, dan mempunyai nilai moral
untuk mencapai suatu tujuannya.
Kata kunci:
teater;masyarakat
- Latar belakang
Seni teater merupakan bagian dari seni
pertunjukan yang sangat lengkap semuanya terkumpul dalam nilai estetis. Teater
dengan naskah lakon yang akan dipertunjukan mempunyai tujuan. Penonton di buat
takjub melihat dan mendengarkan.
Pertunjukan yang dilaksanakan harus memiliki unsur-unsur teater seperti naskah,
pentas, pemain, sutradara dan penonton. MenurutYoyo.C.Durachman, teater adalah
ibarat sebuah gedung dimana tempat para aktor mementaskan sebuah drama dan
ditonton oleh orang banyak.[1]
Karena Teater adalah sebuah pertunjukan dimana teater harus memiliki unsur-unsur
yang penting di dalam salah satunnya adalah naskah, naskah sangat di perlukan
di dalam teater dari naskah seorang sutradara dapat berfikir seperti apa konsep
pertunjukan yang akan ia lakukan dalam penggarapan karyannya. Dari naskah juga
seorang actor dapat mengerti jalan cerita seperti apa yang ada di dalam naskah
tersebut. Seperti apa pelakunnya suasana nya dan bagaimana settingan yang akan
digunakan oleh penata setting,bagaimana kostumnnya dan rias nya yang akan digunakan dalam naskah itu semua terlihat
gambarannya dari naskah yang telah ada.
Teater
bukan hanya sebuah pertunjukan atau kesenian tapi teater cerminan dari
kehidupan yang kita mainkan diatas panggung yang besar, kemudian kita pindahkan
kesebuah panggung yang kecil dan ditonton oleh banyak penonton. Teater sebuah
kehidupan yang langsung tidak ada rekaman, dalam artian habis pada saat itu
saja. Teater pun tidak hanya menggunakan bahasa verbal yang disampaikan diatas
pentas.
Pembahasan
TEATER DAN KEBERPIHAKAN PADA
MASYARAKAT
Sejarah
awal mulannya teater berasal yaitu dari Berasal dari nyanyian untuk menghormati
seorang pahlawan dikuburannya. Dalam acara ini seseorang mengisahkan riwayat
hidup sang pahlawan yang lama kelamaan diperagakan dalam bentuk teater. Berasal
dari kegemaran manusia mendengarkan cerita. Cerita itu kemudian juga
dibuat dalam bentuk teater kepahlawanan, perang, dan lain sebagainya. Teater
berkembang secara kelompok nenek moyang terdahulu selalu membuat kelompok dalam
setiap daerah bisa disebut etnografi. Teater berkembang karena masyarakat
membuat satu kelompok dan berburu, kemudian di ikuti dengan tarian-tarian
binatang. Jadi teater di ambil dari kegiatan yang di lakukan oleh suatu
masyarakat dalam kehidupannya.
Pada
zaman realisme yang lahir pada penghujung abad ke 19, dapat dijadikan landasan
pacu lahirnya seni teater modern. Penanda yang paling kuat saat itu adalah
ketika timbulnya gagasan untuk mementaskan lakon kehidupan di atas pentas dan
disajikan seolah peristiwa itu terjadi secara nyata. Gagasan ini melahirkan
konvensi baru dan mengubah konvensi lama yang lebih menampilkan seni teater
sebagai sebuah pertunjukan yang memang dikhususkan untuk penonton. Tidak ada
lagi
pamer
keindahan bentuk akting dan puitika kata-kata dalam Realisme. Semua ditampilkan
apa adanya seperti sebuah kenyataan kehidupan.
Menurut
Suyatna Anirun akting adalah kehidupan yang selalu mengaju pada tempat ia
ditampilkan.[2]
Bahkan didalam realita kehidupan kita bisa melakukan acting pada saat kapanpun tanpa kita sadari. Karena akting meliputi
gerak,atau perbuatan yang dilakukan pelaku. Akting meliputi mimik,dan dialog.
Keberpihakan
teater pada masyarakat dapat dilihat dengan hasil karya yang diciptakan oleh
seorang sutradara. Pertunjukan yang akan ditampilkan tentunnya memiliki konsep
oleh sutradara dan tema yang di angkat selalu dari kehidupan social. Seperti
contohnnya seorang seniman dari tapanuli yaitu Ratna sarumpaet yang selalu
menginspirasikan karya-karyannya dari pengalaman kehidupan masyarakat.[3]
Naskah –naskah yang ia tulis selalu berpihak pada masyarakat da nada juga yang
bertentangan dengan pemerintah,walaupunkarya-karyannya dicekal oleh pemerintah
tetapi hasil karya yang ia ciptakan selalu mnyampaikan aspirasi yang sedang
terjadi di masyarakat saat iya menciptakan karyannya. Seperti karyannya yang
berjudul MARSINAH 1994, PELACUR DAN PRESIDEN karya tersebut berpihak pada masyarakt karena Ratna sarumpeat
ini tidak menemukan keadilan untuk seorang marsinah yang telah dihukum. Dari
karyannya tadi menjadi inspirasi untuk masyarakat yang menuntut keadilan di
bumi Indonesia ini. Karya yang diciptakan sangat merangkul apa yang terjadi di
masyarakt masalah ,politik, agama, masalah kemanusian kebenaran dan keadilan
serta mempertanyakannya secara frontal ke hadapan pemerintah. Dalam lima belas
tahun terakhir, di tengah kesibukannya sebagai aktivis HAM dan kemanusiaan.
Teater yang keberpihakannya terhadap masyarakat ia akan membahas tentang apa
yang terjadi dalam masyarakat itu.
KESIMPULAN
TEATER
DAN KEBERPIHAKAN PADA MASYARAKAT
Telah kita ketahui bahwa awal mula
teater berasal dari kepercayaan nenek moyang terhadap ritus dan magi atau yang
dapat dipahami kepercayaan terhadap roh-roh dan benda sakral. Mereka percaya
terhadap hal seperti itu kemudian melaksanakan upacara-upacara dengan menirukan
gerak dan tingkah laku binatang. Unsur-unsur teater premitif didalamnya mulai
dari peniruan, tari dan topeng. Peniruan dilakukan sejak manusia masih
kanak-kanak, tari didalam teater memiliki unsur tari misalnya saat pemujaan
mereka menari berbagai macam tarian seperti tari ular. Topeng dalam pertunjukan
teater premitif menjadi bagian penting, digunakan untuk menyamar untuk
melakukan magi simpatik. Ada satu zaman dimana Pada zaman realisme yang lahir
pada penghujung abad ke 19, dapat dijadikan landasan pacu lahirnya seni teater
modern. Dimana pada saat itu, Tidak ada lagi pamer keindahan bentuk akting dan
puitika kata-kata dalam Realisme. Semua ditampilkan apa adanya seperti sebuah
kenyataan kehidupan. Pementasan teater disajikan seolah peristiwa itu terjadi
secara nyata.
Teater
memiliki hubungan yang besar dengan masyarakat, karena teater adalah cerminan
dari kehidupan. Karena di dalam teater mengandung suatu konsep yaitu konsep
demokrasi. Menurut Nur sahid, telah diungkapkan bahwa teater adalah fenomena
sosial, karena teater mempresentasikan suatu situasi sosial,sehingga dapat
dikatakan bahwa ia merupakan kerangka sosial tertentu melibatkan para aktor
sebagai integral.[4]
Pertunjukan
teater memiliki unsur-unsur yang harus diperhatikan seperti, naskah, pemain,
sutradara dan penonton. Naskah Lakon pada dasarnya adalah karya sastra dengan
media bahasa kata. Mementaskan drama berdasarkan naskah drama berarti
memindahkan karya seni dari media bahasa kata ke media bahasa pentas. Pemain
adalah alat untuk memeragakan tokoh. Tetapi bukan sekedar alat yang harus
tunduk kepada naskah. Sutradara yang merupakan pimpinan utama kerja kolektif
sebuah teater. Pemain adalah alat untuk memeragakan tokoh, tetapi bukan sekedar
alat yang harus tunduk kepada naskah.
Karena
teater tidak mengenal otoriter semua adegan dipanggung bebas dipilih oleh
penonton sesuai selera masing-masing. Karena kehidupan yang ditampilkan teater
kedalam panggung, tidak jauh berbeda dengan kehidupan sehari-hari yang
dijalankan. Teater menceritakan kisah dari kehidupan yang ada bermain secara
realita.
Keberpihakan
teater terhadap masyarakat sangat terlihat dengan apa yang ia ciptakan,
pertunjukan-pertunjukan yang di tampilkan mengikat pada masyarakat. Tentang
demokrasi, HAM, perdagangan anak kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan pada seks.
Semua yang terjadi di dalam masyarakat di tuangkan melalui naskah dan tema yang
di tuliskan seorang penulis dan di pertunjukan kepada penonton. Dengan teater
masyarakat dapat menyampaikan isi hatinnya terhadap pemerintah dengan sebuah
karya yang memukau. Contoh-contoh karya itu dapat dilihat dari karya Ratna sarumpeat.
Yang selalu mnyampaikan pendapatnya tentang pemerintahan negri ini yang mencari
keadilan. Dengan teater bisa mendapatkan keadilan yang tidak ditemukan
kepastiannya. Masyarakat yang selalu menunggu keadilan dinegri takut untuk
berdemo yang dilakukan oleh organisasi yang lain, bias menggunakan teater
dengan menyampaikan penolakannya terhadap hokum,politik dan segala macamnnya,
dan menghasilkan sebuah karya tanpa merusak apapun yang di fasilitasi oleh
pemerintah untuk dijaga malahan di rusak oleh anggota yang tidak bertanggung
jawab.
DAFTAR PUSTAKA
Yoyo,C.Durachman
“pengetahuan teater”, Bandung
:grasindo,1985/1986 ,p25
Suyatna anirun. Google
http/ pengertian acting menurut para ahli.com
Nur ,sahid. “sosiologi teater” , Yogyakarta :
ISBN,2008,p.120.
http://id.wikipedia.org/wiki/Ratna_Sarumpaet
opini
Opini
Pada
malam jumat 29 november 2013 kemaren tepat pukul 20.00 wib jurusan teater
menyelenggarakan sebuah pertunjukana karya dosen. Pertunjukan tersebut
mengangkat naskah lakon TAMBO GUSTAF. Sutradara
Dede pramayoza . dengan actor yang berjumlah tujuh orang dan dua orang pemusik.
semua actor adalah mahasisiwa teater isi padang panjang. Pemusiknnya adalah
mahasiswa jurusan karawitan. Pertunjukan tambo gustaf yang di adakan di Teater
Arena ini cukup banyak yang menonton dari sudut kanan panggung hingga sudut
kiri panggung penonton memenuhi ada juga yang berdiri karena tidak kebagian
tempat.
Tambo
gustaf yaitu merupakan sejarah minang yang dapat dikatakan tambo. Tapi dalam
pertunjukan ini sutradara mentrasformasikan pertunjukan dengan gaya dan style
anak zaman kini menanggapi tambo itu seperti apa. Terlihat dari kostum yang di
pakai oleh pemain dan penggunaan bahasa yang dipakai pun memasuki era kekinian
yaitu era modern. Di dalam pertunjukan ini menceritakan bahwa minang kabau
memiliki tambo yaitu sejarah, adapun sejarah itu masih banyak sejarah-sejarah
minangkabau yang tidak terlalu di ketahui oleh masyarakat minang kabau sendiri.
Tentang sejarah minang kabau mengapa disebut minang kabau, sejarah bundo
kandung, sejarah datuk parpatih dengan tumengggungan, sejarah batu batikam dan
masih banyak sejarah-sejarah yang disampaikan dalam pementasan tersebut. penyampaian permainan pun dibawakan oleh pakaba. Pakaba yaitu
orang yang menyampaikan cerita didalam randai.
Pakaba
disini biasannya ditugaskan sebagai penyampai kaba yang akan diceritakan , jika
itu dalam sebuah pertunjukan randai. Disini yang membawakan kaba mempunyai
keunikan. Biasannya pakaba yang menyampaikan membawa saluang atau alat music dan
mendendangkannya dengan sangat hati-hati dan lantunan dendangannya sangat
terfokus pada keindahan. Mendendangkan dengan focus dan serius agar kaba yang
di sampaikan dapat di nikmati dan dimengerti oleh orang yang mendengarkan
dendang tersebut. Tapi didalam pertunjukan tambo gustaf ini pakaba memakai
kostum yang seperti biasa di pakai oleh keseharian pemain yaitu memakai celana lepis,gaya rambut dengan
gaya anak muda zaman sekarang. Ia mendendang sembari tertidur di atas kursi
yang mana semua actor duduk di bawahnnya dan mendengarkan ia sedang badendang,
dan ia mendendangkan dendang itu dengan
serius pertamannya. Kemudian karena suara pedendang fals lalu ditertawakan oleh
penonton. Hingga pakaba yang sedang badendang merasa terganggu dan mencari
penonton yang mentertawakan itu, dengan nada marah. Tapi itu kemungkinan memang
konsep dari sutradara karena ia ingin mentrasformasikan bahwa pedendang
sekarang dan yang dulu memang berbeda. Itu juga sebagai lawakan agar penonton
merasa ada keganjalan dari pertunjukan, hingga akhirnnya penontonpun tertawa
melihat tingkah pakaba tadi yang serius kemudian ditertawakan oleh penonton.
Pertunjukan
tambo gustaf ini banyak menggunakan symbol-simbol dalam hal property bahkan
aktornnya.seperti misalnnya didalam pertunjukan itu saat semua terdiam kemudian
pedendang wanita memasuki panggung dia hanya lewat sambil berdendang dan para actor
lainnya diam menjadi patung. Disana terdapat pertanyaan dari salah seorang
penonton yang menonton saat adannya diskusi dilakukan ketika pertunjukan
berakhir. Pertanyannya apakah fungsi dari pedendang yang memasuki panggung saat
para pemain terdiam apa memang ada konsep atau bagaimana.
Memang
pertunjukan tambo gustaf itu banyak membahas tentang sejarah, tetapi cara
sutradara mengaplikasikan kedalam pertunjukan melalui banyak symbol-simbol
cukup membuat penonton berkerut keningnya. Karena penonton yang menonton itu
bukan hanya anak teater saja tetapi semua jurusan yang ada di ISI Pdang
Panjang. Apa semua yang menonton mengerti dengan apa yang ingin disampaikan
sutradara dalam pertunjukan itu. Tetapi jangankan anak jurusan yang lain,
bahkan yang menanyakan pertanyaan itu adalah seorang mahasiswa teater sendiri. Jadi
sutradara kurang jeli dalam memperhatikan bagaimana cara mengaplikasikan
pertunjukan itu.
Thursday, November 28, 2013
membedah buku estetika.
apa itu ESTETIKA
Seni
adalah sesuatu yang memiliki nilai estetika maka,harus membahas apa itu
estetika itu sendiri. Estetika dalam arti teknis ialah ilmu keindahan, ilmu
yang mengenal kecantikan secara umum. Setiap karya seni hendaknnya memiliki
nilai keindahan walaupun terkadang nilai keindahan itu dibagi-bagi. Sesuatu
yang bernilai indah adalah sesuatu yang menyenagkan. Menurut aristoteles
keindahan adalah keserasian bentuk yang setinggi-tingginnya.[1]
Pengalaman estetis merupakan pengalaman idrawi yang dapat dirasakan oleh
seluruh manusia, manusia itupun dapat merasakan pengamatan itu. Jiwa raga dan
segalanya dapat merasakan dan terpikat kehatinnya seperti orang yang sedang
jatuh cinta. Keindahan yang kita rasakan dalam hidupsehari-hari dipakai
sehubungan dengan apa yang dapat kita lihat dan apa yang dapat kita rasakan.
Estetika memiliki tiga tahap yaitu tahap dogmatic, kemudian tahap kritika, dan
yang terakhir tahap positif.
Tahap
dogmatif adalah tahapan pertama estetika
dimana pada saat itu estetika sebagai nama ailmu filsafat keindahan. Tetapi
filsafat keindahan itu tidaklah berjalan mulus dikarenakan terancam kehancuran
karena adannya muncul penggemar-penggemar ilmu seni yang mengajak untuk
dijadikan teknik melulu. Kalau estetika berarti filsafat keindahan, maka
sejarah estetika harus berarti sejarah filsafat keindahan.tugas filsafat
menurut aristoltes,ialah berpusat pada mendirikan ketertiban di dalam pikiran
kita agar tercapai keserasian yang sempurna. Periode etika, tatkala estetika
berubah dari periode dragmatis menjadi periode kritika, dari objektivitas
menjadi subyektivitas. Dan tahap terahir adalah tahap positif . jika didalam
estetika yang berubah menjadi tahapan positive ini, mereka mengajak mendirikan estetika dari
bawah ke atas yang memajukan tuntutan-tuntutan pemikiran filosofis dan
keharusan metode penyelidikan secara positife yang terdapat di dalam ilmu jiwa
dan ilmu masyarakat.
Objek
estetika ialah berbentuk cita manusia yang tinggi yang mengandung keindahan. Karena didalam
kehidupan naluri manusia terdapat kecendrungan dasar dalam arena yang sangat
luas untuk dapat kita perhatikankeindahan dan menghargainnya . keindahaan ialah
kebenaran atau ekspresi cita, atau lambang kesempurnaan ilahiatau wujud dari
indrawi dari kebaikan. Maka dapat dikatakan bahwa estetika adalah ilmu yang
objektif dan subjektif sekaligus tak dapat terpisah-pisah. Ini berarti bahwa
hokum-hukum keindahan tidak hanya khusus bagi obyek-obyek yang menjadi bahan
pemikiran dan tidak pula khusus bagi yang memikirkan ,tapi terletak dalam
hubungan antara dua belah pihak .
Estetika
memandang keindahan alam menjadi objek nya hanya selama keindahan memiliki
nilai seni.obyek estetika yang sebenarnnya ialah nilai nilai seni yang positif
ataupun yang negatif. Estetika tidak akan dapat membentuk ukuran kenormalan
atau nilai teladan kecuali bila ia menjadi bagian dari ilmu jiwa. Lingkungan
kenormalan pada masa kini atau masa depan dari salah satu karya seni tergantung
dari semua pengetahuan yang bekerhja sama dalam mempersiapkan dan
melahirkannya. Maka estetis ilmiah yang sempurna harus merupakan penyelidikan
matematis, mempergunakan metode mekanika fisiologi phisicologi dan sosiologi.
Estetika
dapat dijadikan ilmu yaitu teknik seni dan patut pula dijadikan proffesion. Dan
kita memang harus membuang pembicaraan yang bertele-tele mengenai masalah
keindahan dan perlu diingat kata huisman
: kalau yang ditulis ialah hal yang bertele-tele maka mudah sekali kita
mengarang buku yang tebal sekali. Estetika memilik dua jalan yang pertama
tenggelam dalam emosi perseorangan atu mungkin dia bisa menjadi ilmu.
Untuk
mengetahui apa estetika itu kita dapat menemukan dengan cara dua pendekatan
mengenai estetika.
1. Langsung
meneliti keindahan itu dalam objek-objek atau benda alam indah serta karya seni.
2. Menyoroti
situasi kontemplasi rasa indah yang sedang dialami oleh si subyek yaitu pengalaman keindahan yang didapat dari
dalam dirinnya sendiri.
Alas
an kenapa kita memang harus mempelajari seni dan keindahan.:
1. Mengikuti
kajian G.E Moore . ada beberapa motif untuk mempelajari seni dan dapat
diringkaskan sebagai berikut karya-karya baik yang alami maupun yang buatan
begitu berharga sehingga orang mempelajari cirri-ciri khasnnya demi karya seni
itu sendiri
2. Pengalaman
keindahannya itu begitu berharga baik untuk kelompoknnya maupun untuk
masing-masing anggotannya sehingga karya seni itu mesti dipelajari. Cara
mempelajarinnya dari sudut pandang apakah kualitas-kualitas karya ini mencapai
tujuannya.
3. G.E
Moore berpandangan bahwa pengalaman ini begitu bernilai pada dirinnya sendiri
sehingga membutuhkan pengujian dan penelitian mengenai kualitas –kualitas karya
seni itu sendiri.
Wednesday, November 20, 2013
Analisis naskah oidipus dari halaman 9-22
Tokoh yang ada di hlaman ini oidipus
Didalam naskah halaman
9 ini sang raja yaitu oidipus mengeluarkan gagasan atau titah yaitu: siapa yang
membunuh raja tebes terlebih dahuluyaitu raja LAIUS puteraLABCADUS agar dia berterus terang jika dia orang
dalam hukumannya jika dia mengakui semua kesalahannya dia akan dapat hukuman dibuang keluar kota, tapi dalam pidatonya atau titahnyaitu da yang mengakui . jadibila orang
itu sengaja membungkam dan menutup rahasia dia akan dihukum tidak boleh makan,tidak boleh bicara dengan dia dan semua
orang tidak boleh memujabersama dia. Itulah titah oidipus sang raja tebes
.Terisias sebagai pendeta,
dia adalah orang yang bijaksana dan arif.Orang-orang
tak bisa berdusta dengan terisias.Sebenarnya padahalaman 13 terisias dipaksa oleh oidipus untuk mengatakan siapa
yang menyebab kan tebes terkena bencana.Tapi terisias mengungkapkan rahasia itu melewati
kata yang tidak dapat dicerna olehoidipus.seperti KUMAN DISEBERANG TAMPAK
SEDANGKAN GAJAH DIPELUPUK MATA TAK TAMPAKSehingga membuat oidipus geram dan menganggap bahwa terisiaslah durjananya
yang telah membunuh Laius.Hingga pada ahirnya terisias mengatakan yang
sebenarnya bahapa dukarajalah sebab malapetaka yang terjadi di thebes.Oidipus marah dan mengatakan terisias
BUTA MATA,BUTA TELINGA DAN HATINYAPUN IKUT BUTA.Selain terisias yang
dituduh oleh odipus, dia juga menuduh CREON
telah berkomplotan dengan terisias untuk menggulirkan tahta oidipus.Terisias mengatakan kepada oidipus
yang angkuh bahwa kepintarannya yang mebaktekatekiitua dalah awal dari kemalangannya. Disini creon
datang dengan bersedih hati karena telah dituduh oleh oidipus bahwa creon adalah penghianat.
Analisisdarihalaman 23 sampaihabis
Dihalaman 23 creontelahmasukdanmerasasangatmarahkarenacreondianggaptelahberkomplotdanberdusta.Tetapioidipusselalumenghujatbahwacreontelahberkomplot
.dank arena persiteruanitukarenaoidipustetapmenuduhcreonakanmerebuttahtanya,
merekapunbertengkar.
Dan tiba-tibaJOCASTA tibadenganparadayang-dayang,
memisahkanpertengkaranitu.Jocastamendengarkanpenjelasankenapapertarunganituterjadibaikdaripihakoidipusmaupuncreon.
Disiniceritamulaiterungkapbahwadulu Laius putra Apollo, bahwapadasuatuhari
Laius akandibunuholehanaknyasendiriyaituputra yang lahirdaridirijocastasendiri.Karenaituputramerekasebelumberumur
3hari sudahdibuangkehutanyaitudigunung CITHAERONdankeduakakinyadipasungdipakuataudibelenggu.Disinijocastatidakpercayatentang
yang dikatakanpendeta, karena raja tebesdahulumatiterbunuholehpenyamun di
simpangtigamenuju Delphi bukandibunuhputranya.
TapipadakenyataannyaLAIUSdibunuh
di PHOCIS namadasanya, adaduajalanbertemudisanasatudelpidan DAULIA.Kejadiannyabeberapaharisebelumoidipussampai
di thebes.Sedangkanbukti yang membunuh raja
sebelumnyatelahpindahketempatjauhmenjadigembala.
Oidipusmengatakanbahwadiaanakdari
raja POLYBUS Yaituayahnya raja CORINTHA ibunya MEROPE ratuCORINTHasliDORIA .karenaoidipustakutakankutukandewa,
menikahiibunyadanmembunuhayahnyamakanyadiapergi KE Delphi danmeninggalkancorinthabertemudenganseoranggrombolankarenamerekamenghadangperjalanannyalaludihantamsemuanyadanmembunuhLaius
Disini orang CORINTHA
masukdanmencarioidipus,
membawaberitabahwarakyatcorinthamengangkatoidipussebagairajanya.Dan
mengatakanbahwapolybustelahtiada.Disitubarfuterungkapbahwaoidipusbukanlahanakdari
POLYBUS danbukanasli orang corintha. Orang corinthamengatkanbahwamenemukanoidipusdilembah
CITHAERON, duludiaseorangpengembalamerekamengatakanbahwaoidipusitudiambildarinama
KAKI YANG CACAT makanyadiberinamaOIDIPUS .setelahpengembalatibabarudisiniterungkapsemua.
KEJAR TAYANG.
Siapa yang tidak mengetahui istilah
kejar tayang? Hampir seluruhnnya mengetahui itu. Itulah yang dilakukan
mahasiswa teater ini. Kejar tayang biasannya dilakukan oleh sesorang untuk sesuatu
kepentingan yang mendesak. Misalnnya anak
pertelevisian sedang mengerjakan shoting untuk film yang akan segera tayang,
atau mungkin untuk show yang akan dilaksanakan secepat mungkin. kejar tayang
juga dilakukan untuk sesuatu pekerjaan yang memang jatuh sebelum tempo yang
akan di laksanakan.
Tetapi apa itu juga yang dapat disebut
dengan kejar tayang jika itu mengenai suatu tugas mata kuliah yang di berikan
oleh dosen?. Tetapi pada kenyataannnya memang itulah yang terjadi di mahasiswa
teater ini mereka kejar tayang untuk tugas yang telah di berikan oleh dosen
tersebut. kejar tayang, saat ini memang lagi ngetren untuk mahasiswa karena
mereka kejar tayang bukan untuk suatu tugas untuk kreatifitasnnya tetapi mereka
kejar tayang untuk tugas deadline yang telah di berikan dosen seminggu yang
lalu. Tugas itu untuk memenuhi nilai ujian mereka, dan hari ini tanggal 20
november adalah hari terahir pengumpulan tugas. Jadi mereka mahasiswa teater
ini berusaha kejar tayang akan tugas yang di berikan akiba mereka terlalu
bersantai-santai menganggap enteng tugas yang telah diberikan maka itulah
akibatnnya KEJAR TAYANG judul pertunjukannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)