proses reading yang ditinggalkan
teater merupakan sebuah seni pertunjukan, dimana naskah
lakon yang diangkat banyak diambil dari kisah atau cerita didalam kehidupan sehari-hari.
Tentang hitam putih dunia,pahit ,manis, suka dan duka kehidupan. Berbeda dengan tv, teater bisa berubah setiap
penampilannya. maksudnnya tv dia direkam oleh audiovisual, sedangkan teater
dimainkan saat hari itu berbeda dengan hari berikutnnya. Sama seperti kehidupan
setiap waktu pasti mengalami peubahan. Teater itu hidup teater itu dapat
dirasakan dan dapat dilihat langsung. Seseorang yang berperan dalam memainkan
peranan dalam teter harus menghayati peranannya tersebut, dan mengucapkan
artikulasi yang baik dan benar perlu
pelatihan vocal sebelum memulai berperan. Tapi sebelum melakukan latihan atau
menentukan siapa yang memerankan tokoh tersebut seorang sutradara harus lebih
dulu membaca naskah daripada actor. Setelah sutradara membaca naskah baru
dilakukan reading.
Reading yaitu membaca naskah lakon, untuk menentukan siapa
yang memerankan tokoh A dan yang memerankan tokoh B, harus reading dan di
casting seandainnya cocok barulah menentukan kapan waktu pelatihannya. Reading sangat
berguna sebelum menentukan tokoh tersebut, karena dari
proses readinglah kita dapat mengetahui seberapaa besar vocal actor-aktor
kita. Reading juga dapat langsung meng casting pemain, karena dari reading kita
kmengetahui artikulasi kata yang di baca oleh
pemain. Reading juga dapat menentukan apakah tokoh ini cocok untuk
antagonis atau protagonist bahkan sebagai peran pembantu. Jadi proses reading salah satu proses yang
penting dalam teater , sebelumlatihan yang lainnya. Dianggap tidakpennamun
proses reading sangat berguna untuk para
sutradara menetukan actor-aktor nya. Seorang sutradara harus keat dalam memilih
actor seandinnya wajah tampan dan pintar
jika artikulasi yang disampaikan seorang actor tidak terdengar dan tidak
dimengerti oleh penonton, berarti sutradara kurang jeli dalam memilih actor yang
pas dan cocok. Jadi proses reading sangat bermanfaat sebelum latihan teater
yang berlanjut.
Diposkan oleh: Melati rahman
No comments:
Post a Comment